Selasa, 27 Maret 2012
Inilah Kronologi Demo Ricuh di Gambir
Selasa, 27 , 28 , 29 , 30 Maret 2012 18:55 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aksi demonstrasi
damai menyuarakan penolakan rakyat terhadao kebijakan pemerintah yang
ingin menaikkan harga BBM bersubsidi di dekat Stasiun Kereta Api Gambir
berubah menjadi demo brutal. Demo pada mulanya berlangsung di area
monumen nasional (Monas) dekat Istana Merdeka tapi menjalar ke dekat
Stasiun KA Gambir.Ketika demo terjadi di arena Monas, massa berbenturan dengan aparat kepolisian. Massa kemudian dibubarkan. Mereka kemudian beralih ke area Stasiun Gambir dari arah Istana Merdeka juga Menteng. "Massa kemudian memadati jalan raya sebelah stasiun tersebut sekitar pukul 14.00 WIB," jelas seorang pedagang kaki lima, Nur, Selasa (27/3).
Pria 50 tahun itu sendiri kaget melihat kerumunan massa pemuda berusia sekitar 20 tahun-an yang bergerombol dan memadati jalan raya. Tidak lama setelah mereka memadati jalan, aparat gabungan dari Personel Sabhara dan Brimob Pelopor mendatangi mereka. Dan bentrokan pun terjadi tak lama setelahnya.
Massa melempari mereka dengan batu. "Kita lawan," jelas seorang Mahasiswa Universitas Pakua, Desta Lesmana (23). Pengunjukrasa pun melempari benda apa saja kearah personel Polri.
Personel Polri kemudian menembakkan gas air mata berkali-kali sebagai upaya melerai pengunjukrasa. Area jalan raya sebelah stasiun ini dipenuhi gas air mata. Massa pun kocar-kacir menghindari gas yang memedihkan alat penglihatan itu.
"Ada lebih dari 20 orang teman-teman kami ditangkap. Semuanya dimasukkan truk," cerita Desta. Di antaranya adalah dua orang teman mereka dari Bogor, Angga Rivaldi dan Sapta Aji dari Universitas Juanda.
Desta dan puluhan teman mahasiswa dari berbagai universitas di Bogor mendatangi Jakarta sejak pagi sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (27/3). Mereka kemudian bergabung dengan mahasiswa lainnya yang berdemonstrasi menuntut SBY Boediono turun dari tahta, karena berani menaikkan harga BBM.
Pengunjuk rasa terlibat aksi bentrok dengan aparat kemananan saat berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di depan stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (27/3).
Demo Ricuh, Pintu Gerbang Utama DPR Terbuka 1 Meter.
JAKARTA - Aksi unjuk rasa yang diikuti sekira seribu orang buruh di depan gedung DPR, Senayan, Jakarta diwarnai kericuhan. Aksi dorong oleh para demonstran yang memaksa masuk membuat pintu utama gedung DPR terbuka dengan lebar mencapai satu meter.
Pantauan KAMI, sekira enam orang aparat Kepolisian berjaga di depan pintu tersebut. Sementara sekira 30 personel Kepolisian lengkap dengan tameng dan alat pentungan berjaga di belakang pintu gerbang DPR.Massa buruh dari Front Oposisi Rakyat Indonesia juga sempat melakukan aksi pelemparan batu dan keramik. Mereka meminta agar pemerintah membatalkan rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Berita terkait :
Berita News Maret April 2012 >>>>>>
Kronologi demo Ricuh diStation Gambir >>>>>>
Demo Ricuh di terjunkan Penyanyi Dangdut >>>>>>>
Polisi & TNI Bersiaga di Jakarta Hingga 5 April >>>>>>>>>
SBY Terhina >>>>>>>
Langganan:
Postingan (Atom)




