Selasa, 27 Maret 2012

Demo Ricuh Gambir

29 Mahasiswa masih di tahan

Selasa, 27 , 28 , 29 , 30  Maret 2012 18:55 WIB

VIVAnews - Sebanyak 29 mahasiswa anggota Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (Konami) yang terlibat bentrok dengan polisi dalam demo tolak kenaikan BBM di Gambir, Jakarta Pusat, kemarin masih menjalani pemeriksaan Polda Metro Jaya. Mereka masih berada di dalam tahanan Polda.

"Semua masih berada di Polda. Belum dilepas, dini hari tadi baru saja usai menjalani pemeriksaan," kata juru bicara Konami, Deni Ardiansyah, dalam perbincangan dengan VIVAnews.


Menurut Saya, Konami telah menyiapkan tim advokasi untuk membantu proses hukum yang mendera rekan-rekannya itu. Selain rekan-rekannya yang masih berada di dalam tahanan, ada 12 orang mahasiswa lain yang masuk rumah sakit akibat bentrok kemarin.
"Sebanyak 12 orang masuk rumah sakit. Dua diantaranya mengalami luka parah dan masih menjalani perawatan di RS Cipto Mangunkusumo," kata Deni lagi. Meski para anggotanya ada yang dibekuk dan masuk rumah sakit, Konami tetap akan melanjutkan aksi demo kembali pada hari ini.
Organisasi mahasiswa yang diklaim memiliki anggota 128 kampus dari 21 provinsi ini tetap mengusung isu yang sama, menolak kenaikan harga BBM. "Kami akan menuju Istana Negara siang nanti," ujar Deni.
Kepolisian menangkap 32 orang dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung di Stasiun Gambir, kemarin petang. Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, dari 32 orang tersebut masih akan diselidiki apakah mereka bagian dari mahasiswa yang melakukan demonstran atau bukan.
"Dari 32 orang yang diamankan, tiga orang diketahui bukan mahasiswa, mereka yakni Ariyanto karyawan kurir/simpatisan, Rio Revaldi simpatisan dan Ali Sadikin, pemulung," kata Rikwanto di Polda Metro Jaya.

 

 

Inilah Kronologi Demo Ricuh di Gambir

Selasa, 27 , 28 , 29 , 30  Maret 2012 18:55 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aksi demonstrasi damai menyuarakan penolakan rakyat terhadao kebijakan pemerintah yang ingin menaikkan harga BBM bersubsidi di dekat Stasiun Kereta Api Gambir berubah menjadi demo brutal. Demo pada mulanya berlangsung di area monumen nasional (Monas) dekat Istana Merdeka tapi menjalar ke dekat Stasiun KA Gambir.

Ketika demo terjadi di arena Monas, massa berbenturan dengan aparat kepolisian. Massa kemudian dibubarkan. Mereka kemudian beralih ke area Stasiun Gambir dari arah Istana Merdeka juga Menteng. "Massa kemudian memadati jalan raya sebelah stasiun tersebut sekitar pukul 14.00 WIB," jelas seorang pedagang kaki lima, Nur, Selasa (27/3).

Pria 50 tahun itu sendiri kaget melihat kerumunan massa pemuda berusia sekitar 20 tahun-an yang bergerombol dan memadati jalan raya. Tidak lama setelah mereka memadati jalan, aparat gabungan dari Personel Sabhara dan Brimob Pelopor mendatangi mereka. Dan bentrokan pun terjadi tak lama setelahnya.

Massa melempari mereka dengan batu. "Kita lawan," jelas seorang Mahasiswa Universitas Pakua, Desta Lesmana (23). Pengunjukrasa pun melempari benda apa saja kearah personel Polri.

Personel Polri kemudian menembakkan gas air mata berkali-kali sebagai upaya melerai pengunjukrasa. Area jalan raya sebelah stasiun ini dipenuhi gas air mata. Massa pun kocar-kacir menghindari gas yang memedihkan alat penglihatan itu.

"Ada lebih dari 20 orang teman-teman kami ditangkap. Semuanya dimasukkan truk," cerita Desta. Di antaranya adalah dua orang teman mereka dari Bogor, Angga Rivaldi dan Sapta Aji dari Universitas Juanda.

Desta dan puluhan teman mahasiswa dari berbagai universitas di Bogor mendatangi Jakarta sejak pagi sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (27/3). Mereka kemudian bergabung dengan mahasiswa lainnya yang berdemonstrasi menuntut SBY Boediono turun dari tahta, karena berani menaikkan harga BBM.
 Pengunjuk rasa terlibat aksi bentrok dengan aparat kemananan saat berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di depan stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (27/3).






Demo Ricuh, Pintu Gerbang Utama DPR Terbuka 1 Meter.
 JAKARTA - Aksi unjuk rasa yang diikuti sekira seribu orang buruh di depan gedung DPR, Senayan, Jakarta diwarnai kericuhan. Aksi dorong oleh para demonstran yang memaksa masuk membuat pintu utama gedung DPR terbuka dengan lebar mencapai satu meter.

Pantauan KAMI, sekira enam orang aparat Kepolisian berjaga di depan pintu tersebut. Sementara sekira 30 personel Kepolisian lengkap dengan tameng dan alat pentungan berjaga di belakang pintu gerbang DPR.Massa buruh dari Front Oposisi Rakyat Indonesia juga sempat melakukan aksi pelemparan batu dan keramik. Mereka meminta agar pemerintah membatalkan rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).








Berita terkait :